Amerika Serikat dilaporkan tengah mengkaji kebijakan baru yang berpotensi membuka kembali akses perusahaan minyak internasional untuk beroperasi di Venezuela. Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut-sebut sedang menyiapkan izin umum yang memungkinkan perusahaan energi memproduksi minyak mentah di negara Amerika Selatan tersebut.

Rencana ini muncul di tengah upaya pemulihan sektor energi Venezuela yang selama bertahun-tahun tertekan akibat sanksi ekonomi dan minimnya investasi. Jika direalisasikan, kebijakan ini berpotensi menjadi titik balik bagi industri minyak Venezuela sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan energi global. Informasi tersebut dilaporkan CNBC pada Kamis (5/2/2026).
Selama ini, aktivitas perusahaan asing di sektor migas Venezuela dibatasi ketat oleh sanksi Amerika Serikat. Namun, Washington mulai memberi sinyal pelonggaran dengan menerbitkan sejumlah lisensi baru yang memungkinkan perusahaan melakukan perdagangan minyak Venezuela dalam skala tertentu.
Apabila izin produksi resmi dikeluarkan, langkah ini diperkirakan akan meningkatkan produksi minyak Venezuela secara signifikan dan memperkuat kembali posisi negara tersebut di pasar energi global.
Peluang Investasi Seiring Reformasi Energi
Pelonggaran kebijakan dari Amerika Serikat terjadi bersamaan dengan reformasi sektor energi yang dijalankan pemerintah Venezuela. Reformasi ini memberikan ruang lebih luas bagi perusahaan swasta untuk terlibat langsung dalam pengelolaan proyek minyak dan gas.
Kombinasi kebijakan dari Washington dan reformasi di Caracas dinilai dapat meningkatkan daya tarik Venezuela sebagai destinasi investasi energi. Bagi perusahaan global, situasi ini membuka peluang masuk ke salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan energi asal AS yang diizinkan memproduksi minyak di Venezuela melalui lisensi khusus dari Departemen Keuangan AS. Chevron menjalankan operasinya lewat beberapa usaha patungan dengan perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela (PDVSA).
Dorongan Investasi Infrastruktur Energi
Pemerintahan Trump juga dikabarkan mendorong industri minyak untuk mengucurkan investasi hingga US$100 miliar guna memperbaiki infrastruktur energi Venezuela yang telah lama terbengkalai. Langkah ini dilakukan setelah AS menangkap mantan Presiden Nicolás Maduro dalam sebuah operasi pada awal Januari lalu.
Juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers, menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan iklim yang memungkinkan perusahaan minyak berinvestasi di sektor energi Venezuela. Pemerintah AS disebut tengah membuka jalur investasi, khususnya untuk pembangunan dan pemulihan infrastruktur migas.
Lisensi Baru Mulai Diterbitkan
Pekan lalu, Departemen Keuangan AS telah mengeluarkan izin umum yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika melakukan sejumlah aktivitas terkait minyak Venezuela. Aktivitas tersebut mencakup pembelian, penjualan, pengangkutan, hingga pemurnian minyak mentah Venezuela.
Namun, izin tersebut belum mencakup kegiatan produksi hulu. Meski demikian, kebijakan ini dianggap sebagai perubahan signifikan dari pendekatan Washington sebelumnya yang sangat ketat terhadap sektor energi Venezuela.
Respons Industri Masih Terbelah
Tanggapan pelaku industri terhadap peluang investasi di Venezuela masih beragam. CEO ExxonMobil, Darren Woods, menilai Venezuela masih membutuhkan reformasi besar sebelum benar-benar menarik bagi investor. Ia merujuk pada pengalaman masa lalu ketika aset perusahaan asing disita oleh pemerintah Venezuela.
Sebaliknya, perusahaan eksplorasi minyak swasta dan produsen minyak serpih yang lebih kecil menunjukkan minat lebih besar. CEO Chevron, Mike Wirth, menyatakan perusahaannya berpotensi meningkatkan produksi minyak di Venezuela hingga 50 persen dalam 18–24 bulan jika mendapat persetujuan tambahan dari pemerintah AS. Saat ini, Chevron memproduksi sekitar 250 ribu barel per hari di negara tersebut.
Harapan Kebangkitan Industri Minyak Venezuela
Sebagai anggota pendiri OPEC, Venezuela diyakini memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Reformasi sektor energi dan potensi izin produksi dari AS diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi nasional sekaligus menarik kembali investor internasional.
Meski demikian, keberhasilan kebijakan ini masih sangat bergantung pada stabilitas politik, kepastian regulasi, serta kesiapan perusahaan energi global dalam memanfaatkan peluang investasi yang tersedia. Rencana penerbitan izin umum oleh AS berpotensi menjadi momentum kebangkitan industri minyak Venezuela, namun tantangan di depan masih tidak kecil.