
Ahmad Sahroni, politisi Partai NasDem, baru-baru ini resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Pencopotan tersebut terjadi setelah pernyataannya yang menyebut rakyat sebagai “Orang Tolol Sedunia” menuai kontroversi besar di masyarakat.
Fraksi Partai NasDem mengumumkan keputusan ini pada 29 Agustus 2025. Posisi yang ditinggalkan Sahroni kini digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu, sementara Sahroni sendiri dipindahkan ke Komisi I DPR RI.
Profil Singkat Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977. Sebelum memasuki dunia politik, ia menempuh perjalanan hidup penuh perjuangan dengan berbagai pekerjaan demi membantu perekonomian keluarga.
Karier politiknya dimulai saat bergabung dengan Partai NasDem pada tahun 2013, dan pada 2014 ia terpilih menjadi anggota DPR RI. Perjalanan politik Sahroni berkembang pesat hingga ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI sebelum akhirnya dicopot.
Penyebab Pencopotan
Pernyataan kontroversial Ahmad Sahroni menjadi alasan utama pencopotannya. Dalam sebuah kesempatan, ia menyebut desakan pembubaran DPR sebagai mental “orang tolol sedunia”.
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak, bodoh semua kita,” ucap Sahroni.
Pernyataan tersebut menimbulkan gelombang kritik dari masyarakat, politisi, hingga sesama kader NasDem. Banyak yang menilai ucapannya tidak pantas, merendahkan rakyat, dan mencoreng citra partai.
Deretan Kontroversi Ahmad Sahroni
Polemik pencopotan ini bukan yang pertama kali terkait dirinya. Ahmad Sahroni tercatat beberapa kali menimbulkan kontroversi dengan pernyataannya, di antaranya:
-
Pernyataan “Orang Tolol Sedunia”
Menganggap rakyat yang mendesak pembubaran DPR sebagai “mental orang tolol sedunia”. -
Kritik terhadap istilah OTT KPK
Ia sempat mengusulkan agar KPK mengganti istilah Operasi Tangkap Tangan setelah kader Partai NasDem tertangkap. -
Tanggapan soal tunjangan DPR
Sahroni menuai kritik karena pernyataannya mengenai tunjangan Rp50 juta untuk anggota DPR, yang muncul di tengah demo buruh terkait upah murah.
Kontroversi demi kontroversi inilah yang kemudian menambah tekanan terhadap dirinya dan mempercepat keputusan Fraksi NasDem untuk melakukan rotasi jabatan.
Reaksi Partai NasDem
Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menyebut pencopotan ini sebagai bagian dari langkah penyegaran internal. Sementara surat resmi pergantian ditandatangani oleh Ketua Fraksi NasDem Victor Laiskodat dan juga Sahroni sendiri dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Fraksi.
Sahroni digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, sedangkan dirinya mengisi kursi anggota Komisi I DPR yang sebelumnya ditempati Rusdi.
Langkah ini dianggap sebagai upaya menjaga citra partai di tengah derasnya kritik publik. Sejumlah pihak dalam NasDem menilai pernyataan Sahroni terlalu jauh dan merugikan partai.
Kesimpulan
Kasus pencopotan Ahmad Sahroni menunjukkan bagaimana pernyataan seorang pejabat publik bisa berdampak besar pada karier politiknya. Meski memiliki rekam jejak panjang di DPR RI dan dikenal sebagai politisi yang cepat menanjak, deretan kontroversi yang menjeratnya, terutama pernyataan “Orang Tolol Sedunia”, berujung pada kehilangan posisi strategis di Komisi III.
Kini, Sahroni akan memulai babak baru di Komisi I DPR RI, sementara publik menantikan apakah ia mampu mengembalikan citra dirinya setelah berbagai kontroversi yang terjadi.
Refrence : Liputan6