easydigestiverelief.com

Menperin Ajukan Insentif Otomotif ke Menkeu Purbaya

Bagikan

Menteri Perindustrian ( Menperin )Agus Gumiwang Kartasasmita resmi mengajukan proposal insentif dan stimulus untuk industri otomotif kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Skema yang diusulkan disusun lebih rinci dan berbasis indikator teknis, termasuk segmentasi kendaraan, adopsi teknologi, bobot Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta ambang emisi maksimal yang wajib dipenuhi penerima insentif.

Menperin Ajukan Insentif Otomotif ke Menkeu Purbaya

Usulan ini juga memberi sorotan besar pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan, sejalan dengan arah transformasi industri otomotif nasional. Menurut Agus, pendekatan kali ini dirancang lebih komprehensif dan terukur dibanding skema stimulus pada masa pandemi, yang dinilai masih bersifat darurat dan kurang tersegmentasi.

“Kami sudah sampaikan usulan ini atas dasar perlindungan tenaga kerja dan penguatan manufaktur otomotif, yang ujungnya akan berdampak pada kontribusi ekonomi nasional,” ujar Agus, dikutip pada Kamis (1/1/2026). Ia menegaskan bahwa hanya kendaraan dengan TKDN tertentu, serta emisi di bawah batas maksimum, yang layak menerima manfaat stimulus.

Agar tepat sasaran, Kemenperin turut menetapkan batasan harga per segmen kendaraan. Penyusunan skema ini melibatkan proses panjang dan konsultasi intensif dengan pelaku industri, terutama melalui kolaborasi bersama Gaikindo sebagai representasi ekosistem industri kendaraan bermotor di Indonesia.

Agus menegaskan bahwa fokus utama kementerian adalah menjaga keberlangsungan tenaga kerja di seluruh rantai pasok otomotif, mengingat sektor ini memiliki keterkaitan industri hulu dan hilir yang sangat luas. Perlindungan diberikan dengan perhitungan teknokratis yang matang, memastikan manfaat ekonomi jauh lebih besar dibanding biaya fiskal yang dikeluarkan negara.

“Kami tidak ingin stimulus ini membebani neraca negara. Manfaatnya harus lebih besar dari biaya yang disiapkan,” imbuhnya.

Bonus Demografi dan Penguatan SDM Industri

Dalam kesempatan terpisah, Agus menyoroti tingkat pengangguran yang masih berada di kisaran 5%, di tengah momentum bonus demografi Indonesia dengan lebih dari 218 juta penduduk usia produktif. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk bergerak lebih proaktif dalam memperluas peluang kerja dan memperkuat kesiapan SDM industri.

Hal itu disampaikan saat Wisuda Bersama Politeknik dan Akademi Komunitas 2025 di Politeknik AKA Bogor. “Pemerintah akan mempercepat penguatan kompetensi angkatan kerja agar siap bersaing di pasar nasional maupun global,” kata Agus.

Arah pengembangan SDM ini disebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pendidikan vokasi sebagai prioritas nasional dan strategi kunci pemutusan rantai kemiskinan. Pembangunan SDM industri juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah, yang menekankan percepatan industrialisasi bernilai tambah, hilirisasi berkelanjutan, transformasi digital, dan inovasi teknologi.

“Semua agenda strategis itu butuh SDM industri yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan pasar,” tegasnya.

Strategi Baru Industrialisasi Nasional

Kemenperin turut merilis Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka transformasi industri jangka panjang. Strategi ini memuat empat arah besar: peningkatan nilai tambah industri, industri hijau berkelanjutan, percepatan adopsi teknologi digital manufaktur, dan industrialisasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Agus menegaskan, keberhasilan strategi ini bertumpu pada SDM unggul yang mampu membaca dinamika pasar global dan mengelola perkembangan teknologi secara inovatif. Untuk memastikan kesiapan talenta industri, Kemenperin membangun ekosistem vokasi terintegrasi melalui 13 politeknik, 9 SMK, dan 7 balai diklat industri, yang semuanya dirancang dengan spesialisasi langsung sesuai kebutuhan sektor manufaktur dan rantai pasok.

Kemenperin juga memperkuat sinergi industri dan pendidikan lewat kurikulum link and match, skema teaching factory, program magang industri, dan peningkatan kapasitas tenaga pengajar agar selalu relevan dengan teknologi terbaru di sektor otomotif dan manufaktur nasional.

Refrence : Liputan6

Exit mobile version